Rohman Juga SheilaGank
sheilagank
Selasa, 10 Januari 2012
Belajar Dari Surat Cinta
Contoh penulis yang biasanya dinilai sangat berhasil dalam mengenal secara tajam calon pembaca tulisannya adalah penulis surat cinta. Penulis surat cinta biasanya menggunakan kesadaran yang tinggi terhadap sang pembacanya yaitu(sang kekasih) biasanya sang penulis membayangkansecara jelas dalam hati atau dalam benak bahwa sang penulis hanya menulis untuk sang kekasih. Kata demi kata ia pertimbangkan secara matang bahwa tulisan yang ia tulis mampu meluluhkan sang kekasih: sapkah kata itu cocok, dapat diterima, dan membawa manfaat bagi sang pembaca surat cinta itu.
Dalam penulisan karya kita perlu memiliki tingkat pengenalan akan pembaca sedalam yang mereka miliki. terlebih baik lagi kita juga perlu memilik tingkat kecintaan terhadap pembaca sedalam yang dimiliki penulis surat cinta itu terhadap pembacanya.
Dalam penulisan karya kita perlu memiliki tingkat pengenalan akan pembaca sedalam yang mereka miliki. terlebih baik lagi kita juga perlu memilik tingkat kecintaan terhadap pembaca sedalam yang dimiliki penulis surat cinta itu terhadap pembacanya.
Senin, 09 Januari 2012
Tulisan Apa Yang Dibutuhkan Pembaca
1. Yang Harus Menjadi Pusat Perhatian.
seorang penulis terkenal telah menuliskan tulisannya dalam bentuk karya sastra, penulis menyebutkan bahwa ada beberapa hal pokok yang harus penulis pahami.
Hal pokok tersebut ialah:
Pertama, Pembaca..
Kedua, Pembaca..
Ketiga. Pembaca..
Dalam konteks menulis memang pembacalah hal pertama yang harus kita jadikan acuan mengapa seseorang mau menulis. Sebab pembacalah yang akan mencerna atau tidak mencerna setiap apa yang kita tulis.
Dan satu tanda tanya besar bagi seseorang penulis yaitu '' Untuk Siapa Kita Menulis ''??. Pertanyaan itu lagi-lagi terarah pada sang pembaca yang budiman, sebab pembacalah tujuan sang penulis memperkenalkan tulisannya.
Jikalau sang penulis itu tidak mampu menjawab pertanyaan pokok itu maka penulis hanya akan terjerumus kedalam jurang kegagalan dan ia akan menulis tanpa arah dan tujuan dan akibatnya para pembacapun akan kesulitang mencerna setiap apa yang penulis tuliskan.
Bisa kita lihat cerita pendek yang ditujukan pada anak-anak yang masih duduk dibangku SD tentunyaakan berbeda dengan cerpen yang dibutuhkan anak-anak yang duduk di bangku SMA. Jadi peran umur juga harus diperhatikan bagi para penulis yang akan mempublikasikan tulisannya.
seorang penulis terkenal telah menuliskan tulisannya dalam bentuk karya sastra, penulis menyebutkan bahwa ada beberapa hal pokok yang harus penulis pahami.
Hal pokok tersebut ialah:
Pertama, Pembaca..
Kedua, Pembaca..
Ketiga. Pembaca..
Dalam konteks menulis memang pembacalah hal pertama yang harus kita jadikan acuan mengapa seseorang mau menulis. Sebab pembacalah yang akan mencerna atau tidak mencerna setiap apa yang kita tulis.
Dan satu tanda tanya besar bagi seseorang penulis yaitu '' Untuk Siapa Kita Menulis ''??. Pertanyaan itu lagi-lagi terarah pada sang pembaca yang budiman, sebab pembacalah tujuan sang penulis memperkenalkan tulisannya.
Jikalau sang penulis itu tidak mampu menjawab pertanyaan pokok itu maka penulis hanya akan terjerumus kedalam jurang kegagalan dan ia akan menulis tanpa arah dan tujuan dan akibatnya para pembacapun akan kesulitang mencerna setiap apa yang penulis tuliskan.
Bisa kita lihat cerita pendek yang ditujukan pada anak-anak yang masih duduk dibangku SD tentunyaakan berbeda dengan cerpen yang dibutuhkan anak-anak yang duduk di bangku SMA. Jadi peran umur juga harus diperhatikan bagi para penulis yang akan mempublikasikan tulisannya.
Langganan:
Komentar (Atom)
Berita Terbaru :